Akhirnya saya berkesempatan untuk menceritakan perjalanan saya menuju South Korea. Pagi hari sebelum ke bandara saya menyempatkan cek rumah bersama adik saya, pesan ini itu ke tukangnya, maklum mau ditinggal cukup lama. Setelah itu mengantarkan ade beli buku kuliah dan makan siang. Yaaaa karena keasikan tanpa disadari waktu sudah menunjukkan pukul 14.00, Omigoottt… bis berangkat pukul 16.00 dari batu nunggal, yuppp… saya menggunakan bis prima jasa menuju bandara. Obed, salah satu teman janji untuk antar ke pool prima jasa, dan kebetulan ade saya juga masih di kosan. Okelah, bantuan tenaga untuk angkut koper lumayan memadai, Yesssss…
Sore itu tetiba si Obed nelpon suruh tunggu dulu, karena dia masih di perjalanan. Baiklah akhirnya kami menunggu… Waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 dan dia belum ada kabar sama sekali, mulailah saya resah dan gelisah. Arrrrggghhhhh tau ginih pake taksi ajah. Dengan sabar dan harap-harap cemas akhirnya nunggu doi, tapi kecemasan lain datang… teng teng… hujan deraaasssss brooo. Kami sudah siap dengan 2 motor tapi tetiba hujan deras buangetzzzz, ngomong-ngomong kenapa gak diantar ma misua tercinta, karena si doi lagi ada kerjaan, dan istri yang baik hati ini mengalah untuk tidak diantar. Kembali ke cerita semula… Koper sudah ditaro dibawah, Giri dan Obed udah standby dengan motornya masing-masing dan hujan justru tambah deras, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 15.45, okelah… saya pasrah saja kalau begitu. Tengak kanan kiri berharap kajaiban muncul, memang rejeki istri solehah yah, sebelah rumah muncul Sandy, anaknya tetangga kosan. Dan dengan pasang muka tebal minta antar Sandy untuk ke pool prima jasa, singkat cerita akhirnya kami tiba tepat waktu pas bis mau berangkat, si Sandy mengerahkan semua tenaganya untuk ngebut dan berhenti persis depan bisnya. Hahaha… makasih Sandy.
Perjalanan bis ke Jakarta cukup lancar, karena saat itu adalah hari Sabtu. Saya tiba pukul 19.50, dan mahasiswa sudah menanti saya karena passport mereka saya yang pegang. Diantara semua mahasiswa yang berangkat, saya hanya kenal beberapa orang, tapi baiklah… they are my partners for in Korea, so I should nice to them. 😛
Hampir semua mahasiswa diantar oleh orangtuanya, awalnya mereka mengacuhkan saya… Hahaha maklum dipikir budak leutik, tapi akhirnya ada beberapa orangtua yang menghampiri saya karena anaknya memberitahu. Akhirnya orangtua lainnya ikut menghampiri saya, hahaha… Maaphhh yaaa Bapak dan Ibu saya agak susah menghampiri, koper dan tas saya hampir menenggelamkan saya. Hampir semua orangtua menitipkan anaknya, baiklah… Insha Allah saya pegang amanah dari mereka.
Setelah semua berkumpul, kami masuk untuk check in, pemeriksaan imigrasi lewat dengan sempurna dan tanpa hambatan. Yes, we follow the rules. Tidak usah khawatir buat yang bawa laptop yah. :D. Tepat 30 menit sebelum pukul 23.15 kami memasuki ruang tunggu, dan tidak lama kemudian kami masuk kedalam pesawat, kami terbang dengan pesawat Garuda memilih direct flight. Ternyata di dalam pesawat luar biasa dinginnya, pelajarannya adalah pakai jaket yang cukup tebal dan pakai kaos kaki kalau perlu. Dan satu lagi, perjalanan kurang lebih 7 jam itu cukup lama dan cukup membuat leher pegal-pegal, so persiapkan juga bantal leher.
Setibanya di Incheon International Airport, kami langsung mengambil koper-koper kami yang letaknya lumayan jauh sampai harus naik train di dalam airport. Beberapa mahasiswa dari Tel-U dengan flight berbeda akhirnya berkumpul dan kami langsung menemui jemputan dari Inha University yang sudah tiba. Perjalanan dari airport menuju Inha University ditempuh selama 1 jam dengan menggunakan bis. Okeee… next kita lanjut ke cerita berikutnya tentang dormitory Inha University.
IMG_20160723_200857

IMG_20160723_225649

IMG_20160724_073100_1

IMG_20160723_222545